
KARAWANG – Bokir, id.- Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan warga Perum Cendana Residence bersama masyarakat Kampung Darawolong, Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang. Melalui pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri, kolaborasi antara warga perumahan, masyarakat kampung, dan Karang Taruna setempat berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Program berbasis swadaya ini berawal dari kesadaran warga Perum Cendana Residence akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Seluruh warga kemudian bersepakat memberikan iuran bulanan untuk biaya pengangkutan sampah,(17/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menariknya, petugas pengangkut sampah tidak menerima gaji tetap. Selama ini, operasional pengelolaan sampah hanya mengandalkan iuran sukarela dari warga. Meski demikian, pelayanan tetap berjalan secara rutin dengan penuh tanggung jawab sehingga lingkungan perumahan tetap bersih, nyaman, dan tertata.
Setelah diangkut dari lingkungan perumahan, sampah tidak langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Untuk sementara waktu, sampah dikumpulkan di sebuah bak penampungan yang berada di atas lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT). Lokasi tersebut digunakan sebagai tempat transit sementara dan telah mendapatkan izin pemanfaatan dari pihak PJT.
Di lokasi inilah warga Kampung Darawolong bersama Karang Taruna melakukan proses pemilahan sampah. Berbagai material yang masih memiliki nilai jual, seperti botol plastik bekas, kardus, besi tua, kaleng, dan aneka barang rongsok lainnya dipisahkan untuk kemudian dijual kepada pengepul.
Hasil penjualan barang bekas tersebut menjadi tambahan penghasilan bagi warga yang terlibat dalam proses pengelolaan sampah. Sementara itu, sampah residu yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis diangkut ke TPA Jalupang. Dalam kondisi tertentu dan jumlah yang sangat sedikit, sebagian residu dikelola secara terbatas untuk mengurangi penumpukan, sedangkan volume yang lebih besar tetap dikirim ke TPA sesuai kebutuhan.
Salah seorang warga mengatakan bahwa sistem pengelolaan sampah tersebut memberikan manfaat bagi semua pihak.
“Perumahan menjadi bersih, sementara warga kampung memperoleh tambahan penghasilan dari hasil penjualan barang rongsok. Kami juga telah memperoleh izin untuk menggunakan lahan PJT sebagai tempat penampungan sementara,” ujarnya.
Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana semangat kebersamaan mampu melahirkan solusi atas persoalan lingkungan. Di tengah keterbatasan sarana pengelolaan sampah, masyarakat berhasil membangun sistem yang sederhana namun efektif, dengan mengedepankan prinsip gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain menjaga kebersihan kawasan permukiman, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan sosial antara warga perumahan dan masyarakat kampung. Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama demi menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan produktif.
Masyarakat berharap pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Karawang dapat memberikan dukungan berupa penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih memadai, sehingga kegiatan yang selama ini berjalan secara mandiri dapat berkembang menjadi sistem pengelolaan sampah terpadu yang lebih modern, aman, dan berkelanjutan.
Inisiatif warga Perum Cendana Residence dan Kampung Darawolong membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dengan semangat gotong royong, kepedulian, dan partisipasi aktif masyarakat, sampah yang semula menjadi persoalan dapat diubah menjadi sumber manfaat, menghadirkan lingkungan yang bersih sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
(Mpit)










