KARAWANG – Bokir,id.- Ratusan massa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Pertiwi Lestari, Senin (6/4/2026). Aksi tersebut dipicu dua isu utama, yakni dugaan penganiayaan terhadap warga serta proyek pemasangan kabel serat optik yang diduga dilakukan tanpa izin di lahan desa.
Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap warga dan aparatur Desa Wanasari yang merasa dirugikan. Mereka mendesak pihak perusahaan memberikan klarifikasi terbuka terkait dugaan kekerasan yang melibatkan oknum internal perusahaan,(7/4/2026).
Selain itu, massa juga menyoroti proyek pemasangan kabel optik yang disebut melintas di atas Tanah Kas Desa (TKD) tanpa koordinasi maupun persetujuan resmi dari pemerintah desa setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi tersebut diterima oleh perwakilan manajemen perusahaan, Dwi, yang menemui massa untuk berdialog. Dalam pertemuan itu, pimpinan APDESI meminta perusahaan menghormati kewenangan desa serta mengedepankan komunikasi yang transparan dan humanis.
Aktivitas di atas tanah kas desa harus sesuai prosedur hukum dan melalui koordinasi yang jelas,” tegas salah satu koordinator aksi.
APDESI menilai minimnya komunikasi dari pihak perusahaan telah memicu ketegangan di tengah masyarakat. Mereka berharap PT Pertiwi Lestari segera melakukan evaluasi operasional guna mencegah potensi konflik lanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih menunggu tindak lanjut konkret dari hasil dialog tersebut. Situasi di lokasi aksi terpantau aman dan kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian.













