
Karawang Bokir,id.- Ketua Paguyuban FP2SR, H. Aban Subandi, menyampaikan kekecewaannya atas aksi penyegelan sekretariat paguyuban di kawasan Pasar Lama Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum yang mengatasnamakan “Warga Warudoyong Bersatu”.
Menurut H. Aban Subandi, tindakan tersebut dinilai telah mencoreng nama baik paguyuban serta menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia mengaku tidak terima atas tindakan yang dianggap merendahkan dan menginjak-injak nama baik organisasi yang selama ini berada di lingkungan Pasar Lama Rengasdengklok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat menyayangkan adanya tindakan penyegelan tersebut. Nama baik paguyuban dan pribadi saya seolah diinjak-injak oleh oknum yang mengatasnamakan kelompok tertentu,” ujar H. Aban Subandi kepada awak media.
Peristiwa penyegelan itu sempat memicu ketegangan dan kericuhan di lokasi. Sejumlah warga yang berada di sekitar kawasan pasar mengaku khawatir situasi dapat berkembang menjadi konflik yang lebih besar apabila tidak segera ditangani secara bijak oleh pihak terkait.

Masyarakat pun meminta aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas, profesional, dan netral guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Rengasdengklok. Aparat diminta hadir untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah terjadinya gesekan antarwarga.
Selain itu, berbagai elemen masyarakat berharap penyelesaian persoalan dilakukan melalui jalur hukum dan musyawarah, bukan dengan tindakan sepihak yang berpotensi memicu keributan baru.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang melakukan aksi penyegelan maupun dari instansi terkait mengenai dasar tindakan tersebut. Warga berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog demi menjaga persatuan serta stabilitas sosial di kawasan Pasar Lama Rengasdengklok.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena Pasar Lama Rengasdengklok merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Karawang yang memiliki nilai sejarah dan sosial bagi warga setempat.










