KARAWANG – Bokir,id.- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) melakukan kunjungan langsung sekaligus cek faktual ke kawasan Pasar Lama Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kehadiran lembaga negara tersebut menjadi perhatian masyarakat dan para pedagang yang selama ini memperjuangkan keberlangsungan usaha mereka di kawasan pasar lama.
Kunjungan yang berlangsung pada Senin (19/05/2026) itu dilakukan sebagai bagian dari proses pendalaman informasi dan pengumpulan data lapangan terkait persoalan yang berkembang di kawasan Pasar Lama Rengasdengklok,(19/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim Komnas HAM RI datang menggunakan dua unit kendaraan operasional dengan melibatkan sekitar 10 personel yang terdiri dari tim identifikasi serta pendamping investigasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah anggota tim terlihat melakukan observasi lapangan, mendokumentasikan kondisi area pasar, hingga menggali keterangan dari berbagai pihak guna memperoleh data yang objektif dan menyeluruh.
“Tim dari Komnas HAM datang bersama beberapa anggota lainnya. Kurang lebih sekitar 10 orang yang turun langsung ke lokasi,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi saat proses identifikasi berlangsung.
Warga tersebut mengaku hanya mengenali salah satu anggota tim bernama Satrio, sementara identitas anggota lainnya tidak sempat diketahui karena proses pemeriksaan dilakukan secara cepat dan tertutup.
“Yang saya ingat hanya Mas Satrio, kalau yang lainnya saya kurang tahu namanya,” tambahnya.
Kedatangan Komnas HAM RI disambut langsung oleh jajaran pengurus Forum Pedagang Pasar Eks Stasiun Rengasdengklok (FP2ESR) bersama tim kuasa hukum pedagang. Dalam kesempatan itu, para pedagang menyampaikan berbagai keluh kesah terkait kondisi ekonomi,
keberlangsungan usaha, hingga dampak sosial yang mereka alami akibat persoalan penataan kawasan pasar.
Ketua FP2ESR, H. Aban Sobandi, mengatakan bahwa kunjungan Komnas HAM RI menjadi harapan baru bagi para pedagang yang selama ini terus memperjuangkan hak dan keberadaan mereka.
“Kunjungan ini menjadi bukti bahwa perjuangan para pedagang mendapat perhatian. Kami berharap ada solusi terbaik yang berpihak kepada masyarakat kecil,” ujar H. Aban Sobandi kepada awak media.
Menurutnya, kedatangan Komnas HAM RI merupakan tindak lanjut dari pengaduan serta penyampaian aspirasi yang sebelumnya telah diajukan pihak pedagang ke kantor sekretariat Komnas HAM RI di Jakarta.
“Alhamdulillah, Komnas HAM merespons dan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” katanya.
Kehadiran tim identifikasi Komnas HAM RI diharapkan mampu memberikan titik terang terhadap berbagai persoalan yang terjadi, sekaligus memastikan proses penanganan berjalan secara objektif, transparan, dan mengedepankan prinsip keadilan serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Selain melakukan peninjauan langsung, tim Komnas HAM RI juga disebut mengumpulkan sejumlah data awal dan keterangan dari masyarakat sebagai bahan pendalaman lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Komnas HAM RI masih belum memberikan keterangan resmi terkait hasil sementara maupun kesimpulan awal dari proses cek faktual tersebut. Namun masyarakat berharap seluruh pihak dapat
mengedepankan dialog, musyawarah, dan penyelesaian yang bijaksana demi terciptanya situasi yang kondusif dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.











