KARAWANG – Bokir, id.- Fenomena anak di bawah umur yang menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk membeli kuota internet maupun melakukan top-up permainan daring (game online) semakin menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah orang tua mengaku mengalami kerugian setelah mengetahui anak mereka melakukan transaksi bernilai ratusan ribu rupiah tanpa sepengetahuan maupun persetujuan keluarga.
Berdasarkan berbagai laporan masyarakat yang diterima Redaksi Bokir, id. pada Sabtu (4/7/2026), persoalan tersebut dinilai memerlukan perhatian bersama, tidak hanya dari orang tua, tetapi juga para pelaku usaha konter pulsa dan agen layanan digital di wilayah Kabupaten Karawang.
Salah satu dokumentasi yang diterima redaksi memperlihatkan tangkapan layar akun permainan Free Fire dengan jumlah diamond yang cukup besar. Meski dokumentasi tersebut tidak dapat dijadikan bukti mengenai asal-usul pembelian maupun identitas pemilik akun, tingginya nilai transaksi dalam permainan digital menjadi gambaran meningkatnya pengeluaran anak-anak untuk kebutuhan hiburan berbasis daring.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melihat kondisi tersebut, Redaksi Bokir id,mengimbau para pemilik konter pulsa, agen penjualan kuota internet, serta penyedia layanan top-up game agar menerapkan langkah-langkah preventif sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak.
Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan antara lain:
Lebih berhati-hati ketika melayani transaksi top-up game atau pembelian kuota internet dalam nominal besar oleh anak di bawah umur.
Apabila nilai transaksi dinilai tidak wajar, pemilik konter dapat menyarankan agar anak terlebih dahulu memperoleh izin atau pendampingan dari orang tua maupun wali sebelum transaksi diproses.
Memberikan edukasi secara santun kepada anak mengenai pentingnya menggunakan uang secara bijak dan tidak berlebihan untuk kebutuhan hiburan digital.
Di sisi lain, tanggung jawab utama dalam pengawasan penggunaan uang maupun perangkat digital tetap berada pada lingkungan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi aktivitas bermain game, membatasi akses terhadap metode pembayaran digital, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak mengenai pengelolaan keuangan sejak dini.
Fenomena meningkatnya transaksi digital di kalangan anak-anak menjadi tantangan tersendiri di era perkembangan teknologi. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga, pelaku usaha, lingkungan masyarakat, serta pemerintah dinilai penting untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Melalui pemberitaan ini, Redaksi Bokir id,mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak dari potensi dampak negatif penggunaan layanan digital yang berlebihan, tanpa menghambat pemanfaatan teknologi secara positif dan produktif.










