*Penjaringan, April 2026* – Bokir,id.- Baru tiga bulan belajar, namun sudah mampu mengikuti wisuda tahfidz. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terdengar mustahil. Namun, itulah yang nyata terjadi di SDIT Al-Fajr yang beralamat di Jl. bandengan Utara No 80 Penjaringan Jakarta Utara,(4/4/2026).
Sebanyak enam siswa dari kelas 3 dan 4 SDIT Al-Fajr berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an dalam waktu yang relatif singkat. Prestasi ini menjadi sorotan karena tidak hanya menunjukkan kecepatan, tetapi juga mencerminkan proses pembelajaran yang konsisten, terarah, dan penuh kesungguhan.
Yang lebih mengesankan, dua diantara siswa tersebut merupakan murid pindahan yang baru bergabung. Tanpa waktu adaptasi yang panjang, mereka mampu mengejar ketertinggalan dan menyelesaikan target hafalan bersama teman-temannya. Hal ini menjadi bukti bahwa lingkungan belajar yang tepat mampu mendorong siapa pun untuk berkembang secara optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun siswa yang mengikuti wisuda tahfidz tersebut adalah Rizqina Arsyila Hartono, Uwais Fausta Rozak, Ratu Adibah Aqila Ulum, Zakea Alifa Hibatillah, dan Nayla Mujahidah. Mereka menjadi representasi bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih prestasi besar, khususnya dalam menghafal Al-Qur’an.

Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran para guru tilawati yang dengan penuh kesabaran dan dedikasi membimbing siswa setiap hari. Diantaranya adalah Ustadz Abdurrahman, Ustadz Arif Rizqi Ilham, Ustadz Asep Saefudin, dan Ustadz Muhammad Ridho Alhasyimi.
Dalam proses pembelajarannya, para guru menerapkan *Metode Tilawati*, yaitu metode belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an yang menggabungkan pendekatan klasikal dan individual. Metode ini menekankan pada penggunaan lagu atau irama khas (rost) dalam membaca, sehingga membantu siswa lebih mudah mengenali pola bacaan sekaligus menjaga tajwid.
Selain itu, metode Tilawati juga dilakukan secara bertahap dan berulang (murojaah), dengan sistem baca-simak antara guru dan siswa. Guru terlebih dahulu mencontohkan bacaan yang benar, kemudian siswa menirukan secara bersama-sama, sebelum akhirnya menyetorkan hafalan secara individu. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kelancaran, ketepatan bacaan, serta daya ingat siswa terhadap ayat-ayat Al-Qur’an.
Suasana haru menyelimuti prosesi wisuda yang digelar pada Maret 2026. Para orang tua tampak bangga menyaksikan anak-anak mereka tampil percaya diri, bahkan tak sedikit yang meneteskan air mata haru atas capaian tersebut.
Kepala Sekolah SDIT Al Fajr dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan para siswa. Ia menegaskan bahwa program tahfidz bukan semata mengejar jumlah hafalan, tetapi juga membentuk karakter.
“Ini bukan hanya tentang cepat atau banyaknya hafalan, tetapi tentang bagaimana anak-anak dibentuk menjadi pribadi yang dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki akhlak yang baik,” ujarnya.
Salah satu orang tua siswa turut mengungkapkan rasa terima kasihnya atas program yang dijalankan sekolah.
“Kami tidak menyangka anak kami bisa mencapai tahap ini dalam waktu tiga bulan. Perubahannya sangat terasa, bukan hanya dalam hafalan, tetapi juga dalam sikap dan kedisiplinannya di rumah,” tuturnya.
Program tahfidz di SDIT Al Fajr sendiri dirancang secara terstruktur dan intensif, namun tetap memperhatikan kenyamanan siswa. Kegiatan seperti murojaah harian, setoran hafalan, serta pemberian motivasi secara rutin menjadi kunci keberhasilan program ini.
Hasilnya tidak hanya terlihat dari bertambahnya hafalan siswa, tetapi juga dari perubahan karakter yang lebih disiplin, percaya diri, dan memiliki kedekatan yang kuat dengan Al-Qur’an.
Keberhasilan enam siswa ini menjadi inspirasi sekaligus jawaban bagi banyak orang tua bahwa menghafal Al-Qur’an dapat dicapai dengan metode yang tepat dan lingkungan yang mendukung—bahkan dalam waktu yang relatif singkat.
SDIT Al-Fajr pun kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang konsisten mencetak generasi Qur’ani yang unggul sejak usia dini.











