KARAWANG – Bokir, id.- Forum Masyarakat Karawang Ngahiji (FMKN) mempertanyakan komitmen PT PLN (Persero) UP3 Karawang dalam memberikan pelayanan kelistrikan yang optimal kepada warga. Hal itu disampaikan dalam audiensi terbuka di Kantor PLN UP3 Karawang, Rabu, 24 Juni 2026.
FMKN menegaskan, masyarakat tidak hanya butuh komunikasi yang baik, tetapi juga solusi nyata atas gangguan listrik yang masih kerap terjadi. “Kami apresiasi PLN mau duduk bersama. Tapi yang warga tunggu adalah bukti, bukan sekadar janji. Komunikasi penting, tapi solusi lebih penting,” ujar perwakilan FMKN dalam pertemuan tersebut.
PLN: Pembangkit Pulih, Layanan Berangsur Normal
Menjawab kritik itu, perwakilan PLN UP3 Karawang, Wahyu Nur, menyampaikan bahwa proses pemulihan sistem kelistrikan menunjukkan perkembangan positif. Salah satu pembangkit yang sebelumnya mengalami gangguan kini telah kembali beroperasi dan secara bertahap memperkuat pasokan daya ke sistem Jawa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, kondisi kelistrikan di sejumlah wilayah berangsur normal. Kami di UP3 Karawang akan terus menjalankan instruksi pusat dan melakukan perbaikan untuk menjaga keandalan sistem,” jelas Wahyu Nur.
Ia menambahkan, PLN UP3 Karawang fokus pada tiga hal: pemeliharaan jaringan rutin, percepatan penanganan gangguan, dan penguatan penyampaian informasi ke masyarakat agar lebih transparan.
FMKN: Jangan Hanya Reaktif, Harus Preventif
FMKN menilai langkah PLN sudah tepat, namun meminta agar tidak hanya reaktif saat terjadi gangguan. Menurut mereka, PLN perlu memperkuat langkah preventif dan sistem informasi peringatan dini ke warga.
“Kalau ada pemadaman, warga sering tidak tahu penyebab dan berapa lama. Ke depan, informasi harus cepat, jelas, dan solusi lapangan juga harus cepat. Itu yang kami tagih,” tegas FMKN.
FMKN juga menyoroti dampak gangguan listrik terhadap pelaku UMKM dan aktivitas warga. Pemadaman yang tidak terinformasi disebut merugikan usaha kecil yang bergantung pada listrik untuk produksi.
Sepakat Perkuat Kolaborasi
Di akhir audiensi, PLN UP3 Karawang dan FMKN sepakat memperkuat kolaborasi. PLN berjanji membuka kanal komunikasi yang lebih responsif, sementara FMKN akan menjadi jembatan aspirasi warga.
“Kami butuh masukan masyarakat. Dan masyarakat juga perlu memahami mekanisme penanganan gangguan. Kuncinya di komunikasi dua arah dan kerja nyata di lapangan,” tutup Wahyu Nur.
Audiensi ini menjadi catatan penting bahwa pelayanan publik seperti listrik tidak cukup hanya dengan komunikasi, tetapi harus dibuktikan dengan keandalan dan kecepatan solusi.










