Jurnalis Nuansa Metro Mengaku Diintimidasi Usai Beritakan Dugaan Pengerukan Lahan PJT II, Ketum DPP APPI Desak Aparat Bertindak

- Penulis

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG – Bokir, id.- Dugaan intimidasi terhadap insan pers kembali mencuat. Seorang jurnalis media daring Nuansa Metro, yang akrab disapa Mpit, mengaku menerima ancaman dari orang tidak dikenal (OTK) setelah menerbitkan pemberitaan mengenai dugaan aktivitas pengerukan lahan di kawasan Perum Jasa Tirta (PJT) II Cikampek,(19/7/2026).

Berdasarkan pengakuan Mpit, ancaman tersebut disampaikan melalui sambungan telepon dari sejumlah nomor yang tidak dikenal. Ia mengaku menerima berbagai ucapan bernada intimidatif, mulai dari cacian hingga ancaman yang diduga mengarah pada keselamatan dirinya.

“Setelah berita terkait PJT II Cikampek ramai diperbincangkan, saya sering menerima telepon dari orang yang tidak dikenal. Isinya cacian dan intimidasi, bahkan sempat menyebut soal pistol dan akan mencari saya,” ujar Mpit kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mpit mengaku tidak sempat merekam percakapan tersebut karena hanya memiliki satu unit telepon seluler yang digunakan sebagai alat komunikasi sekaligus perangkat kerja untuk kegiatan peliputan.

“Sayangnya saya tidak sempat merekam percakapan itu karena hanya memiliki satu handphone yang digunakan untuk menerima telepon sekaligus bekerja di lapangan,” katanya.

Pemberitaan yang dimaksud berkaitan dengan dugaan aktivitas pengerukan lahan di kawasan PJT II Cikampek. Dalam laporan tersebut disebutkan adanya dugaan tanah hasil pengerukan diperjualbelikan oleh oknum tertentu. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari seluruh pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

Meski mengaku mendapat tekanan, Mpit menegaskan bahwa dirinya tetap akan menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan tidak akan terpengaruh oleh intimidasi.

“Ancaman itu tidak akan membuat saya mundur. Saya akan tetap memberitakan fakta sesuai hasil liputan,” tegasnya.

Baca Juga:  Mr Kim dan Dadang Abdul Haris Siap Sukseskan Silaturahmi Akbar Pers 2026 di Karawang

APPI: Ancaman Terhadap Jurnalis Harus Diproses Hukum

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (DPP APPI), Bang Jul, mengecam keras dugaan intimidasi yang dialami Mpit. Menurutnya, segala bentuk ancaman terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Ancaman terhadap jurnalis, walaupun dilakukan melalui sambungan telepon, tetap merupakan tindakan yang harus disikapi secara serius. Intimidasi terhadap wartawan tidak boleh dibiarkan dan perlu ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum agar peristiwa seperti ini tidak terus berulang,” tegas Bang Jul.

Ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan pers merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, setiap bentuk intimidasi, ancaman, maupun upaya menghalangi kerja jurnalistik patut menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Menurut Bang Jul, apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan oleh suatu pemberitaan, penyelesaiannya seharusnya ditempuh melalui mekanisme yang telah diatur dalam Undang-Undang Pers, seperti penggunaan hak jawab, hak koreksi, atau jalur hukum yang berlaku, bukan melalui intimidasi ataupun ancaman.

Kasus yang dialami Mpit kembali menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas mencari, memperoleh, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kebebasan pers yang bertanggung jawab merupakan salah satu pilar demokrasi yang harus dijaga bersama.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang diduga terkait dengan ancaman tersebut maupun dari aparat penegak hukum mengenai tindak lanjut atas dugaan intimidasi yang dialami jurnalis Nuansa Metro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bokir.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPC PERADI Karawang Asep Agustian Terpesona Keindahan Pulau Kelagian Kecil dan Pahawang di Lampung
Sambut HUT RI ke-81, Ketua DPC PERADI Karawang Asep Agustian Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Penegakan Hukum
Semarak HUT RI ke-81, Bendahara DPD APPI Karawang Ajak Insan Pers Perkuat Nasionalisme dan Profesionalisme
PT Sarinah Petakan Potensi 47 Motif Khas Kain Tenun Ikat Tanimbar Siap Masuk Pasaran Nasional
Resmi Naik Tipe Menjadi Polresta Karawang, DPD APPI Apresiasi Kepemimpinan Polri dan Tegaskan Komitmen Sinergi dengan Insan Pers Menulis
SDN Kondangjaya 2 Gelar Rapat Awal Tahun Ajaran 2026/2027, Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua Dukung Program Pendidikan Jawa Barat
Bendahara DPD APPI Karawang M. Supartawijaya Sampaikan Ucapan Selamat atas Pengukuhan Polres Karawang Menjadi Polresta Karawang
Ibu Wartini dan Ibu Iti Meriahkan Hajatan Mungut Mantu Keluarga Besar Bapak Yayan dan Ibu Warsih di Kampung Bendasari I
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Ketua DPC PERADI Karawang Asep Agustian Terpesona Keindahan Pulau Kelagian Kecil dan Pahawang di Lampung

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Ketua DPC PERADI Karawang Asep Agustian Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Penegakan Hukum

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:21 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Bendahara DPD APPI Karawang Ajak Insan Pers Perkuat Nasionalisme dan Profesionalisme

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:08 WIB

Resmi Naik Tipe Menjadi Polresta Karawang, DPD APPI Apresiasi Kepemimpinan Polri dan Tegaskan Komitmen Sinergi dengan Insan Pers Menulis

Senin, 27 Juli 2026 - 11:31 WIB

SDN Kondangjaya 2 Gelar Rapat Awal Tahun Ajaran 2026/2027, Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua Dukung Program Pendidikan Jawa Barat

Berita Terbaru