SANGIHE, – Bokir id.- Kebakaran di kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, sudah berlangsung selama seminggu sejak Sabtu (5/9/2026) dan hingga kini api belum kunjung padam,13 September 2026.
Asap tebal, angin kencang, medan terjal, serta minimnya sumber air membuat proses pemadaman oleh TNI, Polri, BPBD, bersama para relawan dengan alat seadanya menjadi sangat berat. Kondisi ini mengundang keprihatinan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pemantauan drone BPBD pada 8 September mencatat luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 55 hektare,(14/9/2026).
Menanggapi hal tersebut, Jepri Lambaiang, Mantan Kepala Desa Kalekube Induk, Kecamatan Tabukan Utara, mengambil inisiatif membuka Posko Relawan Kalekube Induk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan dukungan dan bantuan dari Ketua DPRD Kabupaten Sangihe, posko tersebut berhasil membentuk Tim Relawan Kalekube Induk beranggotakan 22 orang.
Tim diberangkatkan pada pukul 00.20 WITA dini hari tadi menuju lokasi Gunung Awu. Mereka bergabung dengan tim gabungan TNI-Polri dan relawan lainnya untuk memberikan waktu dan tenaga dalam upaya pemadaman.

“Ini gunung kita, ini kampung kita. Kalau bukan kita yang bantu, siapa lagi. Mari kita tolong saudara-saudara TNI-Polri yang sudah berjuang di atas,” tegas Jepri Lambaiang saat melepas keberangkatan tim.
Para relawan membawa perlengkapan seadanya serta logistik untuk mendukung tim di lapangan. Semangat gotong royong menjadi modal utama dalam menghadapi bencana ini.
Hingga berita ini diturunkan, api di beberapa titik Gunung Awu masih terlihat. Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus berkoordinasi untuk menambah bantuan alat pemadam dan logistik. Pemkab juga menyatakan tidak ada aktivitas pendakian hingga proses pemadaman selesai.
Mari kita doakan agar seluruh petugas, TNI, Polri, dan relawan diberikan kekuatan, kesehatan, dan keselamatan, serta api di Gunung Awu dapat segera padam.
(Arifin Lakoro)










