Jakarta,- Bokir,id.– 11 Mei 2026, Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) saat ini membawa banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat. Namun di sisi lain, teknologi tersebut juga mulai disalahgunakan untuk berbagai aksi penipuan digital yang meresahkan.
Belakangan ini marak beredar video, foto, hingga rekaman suara hasil rekayasa AI atau deepfake yang dibuat menyerupai pejabat, tokoh masyarakat, artis, bahkan anggota keluarga untuk meyakinkan korban agar mengirim uang maupun memberikan data pribadi.
Pengamat teknologi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi, video, maupun suara yang belum dipastikan kebenarannya. Seluruh informasi penting disarankan untuk diverifikasi langsung kepada pihak terkait sebelum mengambil keputusan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Teknologi AI dapat menjadi alat kejahatan digital yang berbahaya apabila disalahgunakan. Masyarakat harus lebih cerdas, teliti, dan selalu memeriksa kebenaran informasi,” ujar seorang pengamat teknologi informasi di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Beberapa modus penipuan AI yang kini mulai marak antara lain video palsu permintaan bantuan dana, suara palsu keluarga meminta uang darurat, identitas palsu untuk pinjaman online, hingga penipuan lowongan kerja dan investasi fiktif.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah membagikan data pribadi, mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta segera melapor kepada aparat apabila menemukan indikasi penipuan digital.
Pemerintah dan aparat penegak hukum juga diharapkan memperkuat pengawasan serta menindak tegas pelaku penyalahgunaan teknologi AI demi melindungi masyarakat dari kejahatan siber.











