KARAWANG – Bokir, id.- Puluhan keluarga besar Padang Guci Bengkulu yang merantau di Kabupaten Karawang menggelar silaturahmi akbar pada Minggu, 14 Juni 2026. Bertempat di kediaman Bapak Aswat dan Ibu Desi, Perumahan Gading Elok 2, Desa Warung Bambu, Karawang Timur, acara berlangsung sejak pukul 11.00 WIB dengan penuh kekeluargaan,(15/62026).
Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan Musyawarah Wilayah Korwil Karawang PJKP. Mengusung tema “Kite Jalin Persaudaraan di Tanah Rantau (Sease Sejeghan)”, acara menegaskan filosofi Sease Sejeghan — yang berarti seia sekata dan sehati — sebagai pengikat warga Padang Guci agar tetap kompak meski jauh dari kampung halaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lepas Rindu dan Diskusi Perantauan
Rangkaian acara diisi ramah tamah, makan bersama, dan berbagi cerita kehidupan di rantau. Momen ini menjadi ajang melepas rindu sekaligus mempererat hubungan antar warga. Dalam sesi Muswil, peserta berdiskusi soal kekompakan, peran perkumpulan, dan gagasan untuk membantu anggota yang membutuhkan.
Tuan rumah, Bapak Aswat, mengungkapkan rasa syukurnya. “Silaturahmi ini bukan sekadar berkumpul, tapi pengikat persaudaraan. Kami berharap kegiatan rutin seperti ini membuat rasa kekeluargaan dan kepedulian warga Padang Guci di Karawang semakin kuat,” tuturnya.

Jaga Gotong Royong dan Identitas Budaya
Di tengah kesibukan masing-masing, pertemuan ini dinilai penting untuk menanamkan nilai gotong royong, kepedulian sosial, serta melestarikan adat Padang Guci. Perkumpulan ini diharapkan menjadi “rumah kedua” yang memberi rasa aman dan nyaman bagi perantau.
Semangat kebersamaan yang terus dipelihara diyakini menjadi kekuatan warga Padang Guci Bengkulu untuk saling mendukung dan tumbuh bersama. Tradisi Sease Sejeghan ini juga diharapkan dapat diwariskan ke generasi berikutnya sebagai identitas budaya yang membanggakan.










