Jurnalis Nuansa Metro Mengaku Diintimidasi Usai Beritakan Dugaan Pengerukan Lahan PJT II Cikampek

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG – Bokir, id.- Seorang jurnalis media daring Nuansa Metro, yang akrab disapa Mpit, mengaku mengalami dugaan intimidasi dan ancaman dari orang tidak dikenal setelah memberitakan aktivitas dugaan pengerukan lahan di kawasan PJT II Cikampek,(18/7/2026).

Menurut keterangannya, intimidasi tersebut terjadi melalui sambungan telepon dari sejumlah nomor yang tidak dikenalnya. Dalam percakapan itu, Mpit mengaku menerima berbagai ucapan bernada kasar, makian, hingga ancaman yang diduga mengarah pada keselamatan dirinya.

“Setelah pemberitaan mengenai PJT II Cikampek menjadi perhatian publik, saya beberapa kali menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. Isinya cacian, intimidasi, bahkan ada yang sempat menyebut soal pistol dan mengatakan akan mencari saya,” ujar Mpit kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mpit menjelaskan bahwa dirinya tidak sempat merekam percakapan tersebut karena hanya memiliki satu unit telepon seluler yang digunakan sekaligus sebagai alat komunikasi dan perangkat kerja untuk peliputan.

“Sayangnya saya tidak bisa merekam percakapan itu karena hanya memiliki satu handphone yang saya gunakan untuk menerima telepon sekaligus bekerja di lapangan,” katanya.

Pemberitaan yang menjadi sorotan tersebut berkaitan dengan dugaan aktivitas pengerukan lahan di kawasan PJT II Cikampek. Dalam laporan itu disebutkan adanya dugaan tanah hasil pengerukan diperjualbelikan oleh oknum tertentu.

Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan keterangan dari seluruh pihak yang berkaitan agar informasi yang disampaikan tetap berimbang sesuai kaidah jurnalistik.

Baca Juga:  Sorotan tajam Saepudin Permana !!DPRD fraksi partai Golkar dapil 6 angkat bicara,minta Kepolisian usut tuntas kasus penculikan dan penyekapan di tamelang.

Mpit menegaskan bahwa berita yang dipublikasikan merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi kontrol sosial pers dan disusun berdasarkan hasil liputan di lapangan dengan tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Meski mengaku mengalami tekanan, ia menegaskan tidak akan menghentikan tugas jurnalistiknya.

“Ancaman itu tidak akan membuat saya mundur. Saya akan tetap menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan memberitakan fakta berdasarkan hasil liputan,” tegasnya.

Peristiwa yang dialami Mpit kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya perlindungan bagi jurnalis dalam menjalankan tugas. Kebebasan pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang dijamin oleh negara melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam ketentuan Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Pers disebutkan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang menghambat atau menghalangi pelaksanaan kemerdekaan pers dapat dikenai pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Mpit berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti dugaan intimidasi yang dialaminya serta memberikan perlindungan kepada jurnalis agar dapat menjalankan tugas secara aman, independen, profesional, dan bebas dari segala bentuk ancaman maupun intervensi.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa perbedaan pendapat terhadap sebuah pemberitaan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Pers, seperti penggunaan hak jawab atau hak koreksi, bukan melalui tindakan intimidasi maupun ancaman.

(Rizky.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel bokir.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivitas Empat Perusahaan di Lahan Bekas PT Beesco Karawang Dipertanyakan, Askun Desak Pemkab Lakukan Sidak
Maulid Nabi 1448 H di SDN Kondangjaya II Karawang, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dan Gali Potensi Siswa
Pemdes Kondangjaya Gandeng UNSIKA Dorong Digitalisasi UMKM melalui Workshop Lapak UMKM
Khidmat, Majlis Ta’lim & TPQ Al-Hijra Curugbarang Gelar Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan Maulid Nabi
Khidmat, Majlis Ta’lim & TPQ Al-Hijra Curugbarang Gelar Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan Maulid Nabi
Nikmatnya Bakso Tetelan Mamah Bila Karawang: Sensasi Tetelan Melimpah dan Kuah Mercon Pedas Gurih di Tirta Mulya
Mars APPI “Panji Kebenaran”, Teguhkan Semangat Pers Indonesia yang Berani dan Berintegritas
KARAWANG JADI PUSAT GAUNG SEMANGAT PERS: Mars APPI Karya Weliari Willy Resmi Menggema
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Aktivitas Empat Perusahaan di Lahan Bekas PT Beesco Karawang Dipertanyakan, Askun Desak Pemkab Lakukan Sidak

Rabu, 30 September 2026 - 17:06 WIB

Maulid Nabi 1448 H di SDN Kondangjaya II Karawang, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dan Gali Potensi Siswa

Rabu, 30 September 2026 - 12:53 WIB

Pemdes Kondangjaya Gandeng UNSIKA Dorong Digitalisasi UMKM melalui Workshop Lapak UMKM

Rabu, 30 September 2026 - 00:00 WIB

Khidmat, Majlis Ta’lim & TPQ Al-Hijra Curugbarang Gelar Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan Maulid Nabi

Selasa, 29 September 2026 - 21:08 WIB

Khidmat, Majlis Ta’lim & TPQ Al-Hijra Curugbarang Gelar Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan Maulid Nabi

Berita Terbaru