KARAWANG – Bokir, id.– Dunia jurnalistik kembali diwarnai aksi kekerasan. Seorang wartawan menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di sebuah tempat biliar di wilayah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka pada bagian tubuh dan harus mendapatkan penanganan medis. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban mendapat perawatan dengan total sekitar 30 jahitan,(6/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba di area meja biliar. Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, korban diserang oleh sejumlah orang hingga terjatuh. Dalam kejadian itu, korban disebut mengalami luka akibat benturan dan benda yang digunakan dalam aksi kekerasan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban diserang oleh sejumlah orang. Lukanya cukup serius sehingga harus mendapatkan puluhan jahitan,” ujar salah seorang sumber yang mengetahui kejadian tersebut.
Hingga kini, motif pengeroyokan masih dalam penelusuran. Belum dapat dipastikan apakah insiden tersebut berkaitan dengan aktivitas korban sebagai wartawan atau dipicu persoalan lain yang terjadi di lokasi.
Peristiwa ini mendapat perhatian dari kalangan insan pers. Sejumlah pihak mendorong Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya kepolisian di wilayah hukum Karawang, agar segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan mengungkap pihak-pihak yang terlibat.
Polisi diharapkan dapat mengungkap kronologi secara terang, memastikan motif kejadian, serta memproses pihak yang terbukti terlibat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus kekerasan terhadap jurnalis menjadi perhatian serius karena menyangkut aspek keamanan dalam menjalankan tugas jurnalistik serta kebebasan pers. Penanganan yang transparan dan profesional diperlukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi lengkap maupun perkembangan penanganan perkara tersebut.










